| Studi Banding SMA Negeri 7 Malang ke Green School BADUNG BALI |
| Written by biz-a dk | |||
|
Dalam beberapa kesempatan Kepala sekolah SMA Negeri 7 Malang Hj Asri Widiapsari S.Pd baik melalui rapat dinas atau pertemuan dengan walimurid selalu berbincang dan memberikan wacana mengenai konsep pengembangan sekolah yang berbasiskan lingkungan hidup dan Adi Wiyata. Sebagai wujud komitmen untuk melakukan pembenahan internal ataupun eksternal di bumi sabhatansa SMA Negeri 7 Malang mengenai lingkungan hidup yang bernuansakan konsep Adi Wiyata. Maka pada hari ini tanggal 20 Januari 2011 Komite, Guru, dan Karyawan mengadakan studi banding ke Green School yang terletak di bali. Sebagai bahan informasi tambahan bahwa Green School merupakan sekolah alternatif di pulau Bali yang berbasis lingkungan, Green School bertujuan membentuk siswanya menjadi warga negara dunia yang memiliki pengetahuan tentang dan turut bertanggung jawab menjaga keberlanjutan di muka bumi.
Setelah melalui perjalanan darat yang cukup melelahkan dari kota Malang, akhirnya SMAN 7 Malang beserta jajarannya sampai di Green school, Ketika melakukan Perjalanan menuju ke green school kami merasa sangat apresiatif dikarenakan suasana yang cukup asri dan menyejukkan membuat kami seakan-akan kembali ke masa tempo dulu.
Sesampainya di sana kami langsung disambut oleh Ibu Ami selaku perwakilan dari Green School. Setelah melakukan ramah tamah ibu ami menjelaskan mengenai apa, tujuan ataupun sejarah mengenai Green School. Ada beberapa point yang dapat membantu sebagai informasi penting buat kita semua bahwa
- Green School itu dirintis sejak tahun 2007 oleh John Hardy, seorang pengusaha perhiasan dan barang mewah dari Kanada yang telah membuka usahanya di Bali sejak tahun 1970-an. John Hardy menjual sahamnya di The John Hardy Company untuk membiayai perintisan Green School. - Sampai sejauh ini terdapat 118 siswa dari 20 negara, 20% di antaranya adalah anak-anak Bali yang mendapatkn beasiswa dari donor. Anak-anak Bali ini mendapatkan keuntungan merasakan pendidikan internasional, sedangkan anak-anak dari negara lain mendapat pengalaman berinteraksi dengan budaya Bali melalui mereka. - Level kelas yang tersedia di Green School adalah mulai dari pra taman kanak-kanak sampai kelas 10. Green School berencana menambah kelas 11 di tahun 2012 dan kelas 12 di tahun 2013. - Ada tiga bagian utama dari kurikulum Green School. Yang pertama adalah pelajaran-pelajaran dasar seperti Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Yang kedua, “Green Studies” atau pelajaran yang berkaitan dengan alam, seperti studi tentang alam, lingkungan, ekologi, dan juga sustainability. Pelajaran-pelajaran ini langsung diberikan di lapangan. Yang terakhir, pelajaran seni kreatif seperti musik, melukis, drama, mendongeng, kerajinan, dan lain-lain. Untuk pra taman kanak-kanak sampai taman kanak-kanak, kurikulum yang digunakan menekankan pada seni kreatif, namun sudah memberi pengenalan dasar tentang membaca, matematika, dan ilmu pengetahuan alam.
- Kelas 1 sampai kelas 6 menggunakan kurikulum internasional yang menggabungkan antara pelajaran dasar Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan pelajaran-pelajaran terkait dengan alam. Pada tingkatan ini, pelajaran mengenai alam dan ekologi sudah diberikan, dan juta pelajaran seni yang menekankan pada budaya dan seni Bali.Kelas 7 dan kelas 8 juga mendapatkan gabungan antara mata pelajaran dasar dan yang terkait dengan alam, namun dengan tingkat yang lebih tinggi seperti pelajaran mengenai ekologi dan lingkungan. Pelajaran seni juga telah mengenalkan musik, seni lukis, dan drama dari seluruh dunia, namun tetap memberikan penekanan pada seni dan budaya Bali.
- Kelas 9 dan 10 menggunakan panduan kurikulum dari International General Certificate of Secondary Education yang didesain oleh University of Cambridge International Examinations. Di tingkat ini, siswa mendapatkan tambahan mata studi seperti pelajaran Bisnis, Manajemen Lingkungan, Perspektif Global, dan Drama. Pada akhir tahun siswa boleh memilih untuk mengikuti ujian. Selain itu ada juga pelajaran Seni, Olah Raga, dan Life Skills. Dalam penjelasan ibu ami juga memberikan bahwa guru di Green School ini sudah memiliki spesifikasi mulai dari sarjana S1 sampai doktor, banyak di antaranya memiliki sertifikasi guru Waldorf dan Steiner, serta ada yang memiliki spesialisasi di area Holisitic Education. Dalam setiap kelas, siswa selalu didampingi oleh seorang guru dari luar negeri dan seorang guru dari Indonesia. - Para siswa belajar di kelas terbuka, duduk di kursi dan menulis di atas meja yang terbuat dari bambu, menggunakan buku-buku catatan yang terbuat dari kertas daur ulang, dan memperhatikan guru menerangkan di papan tulis yang juga terbuat dari bambu (papan tulisnya hanya sesekali digunakan karena lebih banyak di studi lapangan). Para siswa juga diajarkan menanam tanaman sendiri, makan makanan organik dari kebun kampus, minum dari air sumur yang dimurnikan, mendaur ulang sampah, serta menggunakan toilet kompos yang mengubah kotoran menjadi biogas sebagai sumber energi dapur di kampus. - Yang membuat orang semakin kagum dengan kehadiran Green School adalah program CSR ( Customer Service Responbility) yang dilakukan buat lingkungan sekitar yaitu Kepentingan lokal Bali tidak diabaikan. Selain menerima 20% siswa Bali yang mendapat beasiswa, Green School membuka lapangan pekerjaan dan berencana memberi kelas Bahasa Inggris bagi penduduk setmpat, memberi bantuan pengelolaan air dan penanaman bambu bagi lingkungan sekitar kampus, mengajarkan budaya Bali dan bahasa Indonesia kepada siswa-siswanya, serta yang paling mengagumkan, hanya menyewa tanah yang digunakan Green School agar menjaga kepemilikan tetap berada di orang-orang Bali. - Karena merupakan sekolah internasional, maka Green School bisa dibilang relatif mahal. Sekitar 80% siswanya membayar hampir US$ 10.000 per tahun. Green School juga mencari dana melalui donor, uang bangunan, dan sumbangan-sumbangan. John Hardy berencana mengembangkan Green School ini ke banyak daerah lain. Kampus Green School memang sangat luar biasa. Mereka berusaha menjadi sekolah internasional dengan carbon footprint paling rendah di dunia. Bangunan-bangunan di kompleksnya menggunakan bambu lokal, jalan-jalannya menggunakan batu kali, mereka menanam dan menumbuhkan makanannya sendiri di kebun sekolah, dan berusaha keras menghasilkan listrik sendiri melalui tenaga air. Bangunan utama di kampus Green School adalah salah satu bangunan bambu terbesar di dunia dan sungguh cantik. Bangunan itu didesain untuk menahan hujan, memanfaatkan ventilasi alami, serta merangsang kreativitas. sabhatansa.biz
|



- Kelas 1 sampai kelas 6 menggunakan kurikulum internasional yang menggabungkan antara pelajaran dasar Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan pelajaran-pelajaran terkait dengan alam. Pada tingkatan ini, pelajaran mengenai alam dan ekologi sudah diberikan, dan juta pelajaran seni yang menekankan pada budaya dan seni Bali.










