| REFLEKSI KRITIS PENERAPAN DAN LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN BULETIN SEKOLAH DEMI BANGKITNYA EKSKUL JURNALISTIK & BROADCASTING SMAN 7 MALANG YANG SEDANG MATI SURI. |
| Written by biz-a dk | |||
|
Di beberapa sekolah tingkat menengah dan atas saat ini telah banyak yang memiliki buletin ataupun majalah, Bulletin-bulletin yang mereka terbitkan tentunya mempunyai karakteristik dan ciri-ciri yang berbeda satu dengan lainnya. Hal ini karena setiap sekolah mempunyai tujuan yang berbeda tergantung jurusan yang dimilikinya. Kecenderungan ini tentunya didasarkan atas usaha pengembangan sumber daya siswa. Karena dengan adanya bulletin, siswa akan dapat menuangkan kreatifitas dan bakat jurnalistiknya bahkan juga segala uneg-uneg mereka, baik mengenai saran maupun kritik terhadap sekolahnya. Pada umumnya, buletin sekolah adalah sebagai wadah pengembang kreatifitas jurnalistik buat siswa-siswi, sehingga karya-karya maupun pemikiran-pemikirannya dapat ditampung dalam sebuah media dengan ciri khasnya tersendiri. Disamping itu para siswa juga akan dapat berkomunikasi dan bersilaturrahmi dengan teman-teman sekaligus dengan pengelolanya. Nah, untuk bulletin sekolah, biasanya dikelola oleh sebuah lembaga semi otonom OSIS yang bergerak di bidang jurnalistik, yang tentunya mempunyai tujuan-tujuan tersendiri, diantaranya:
(1) Mendorong dan memacu berkembangnya kreatifitas di bidang tulis-menulis/jurnalistik.
Agar saya tidak hanya bisa mengkritisi atau menulis saja maka saya berikan solusinya, karena saya tidak mau dianggap NATO (Not Action Talk Only). Bagaimana untuk melakukan hal itu dan saya harap siswa dan siswi ataupun pembaca dapat juga mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dalam penerbitan sebuah buletin, maka dibawah ini akan saya tulis beberapa langkah yang dilakukan oleh tim redaktur/pengelola bulletin dalam mengelola sebuah penerbitan. Langkah pertama, seluruh dewan redaksi dikumpulkan untuk mengadakan rapat redaksi, yang didalamnya dibahas tentang rencana kapan bulletin akan diterbitkan, tema apa yang akan diangkat, rubrik apa saja yang akan dimuat, dan tidak ketinggalan juga tentang pembagian kerja; siapa yang jadi penaggungjawab rubrik, reporter dan sebagainya. Setelah semuanya sepakat, selanjutnya redaktur/pengelola segera membuat pengumuman yang bertujuan agar siswa-siswi dapat mengirimkan naskah/karya-karyanya untuk dimuat. Langkah kedua, setelah semua naskah terkumpul, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan (deadline), selanjutnya seluruh redaktur mengedit naskah-naskah yang masuk itu, tentunya disesuaikan dengannya redakturnya masing-masing. Contoh, karangan yang berbentuk fiksi diangani oleh redaktur fiksi (yang mengetahui/pakar dibadang karangan fiksi), begitu seterusnya sesuai dengan rubrik-rubrik yang telah ditentukan. Tetapi sebelum diadakan editing perlu dipilih dulu naskah-naskah yang layak dan sesuai serta memenuhi syarat untuk dimuat. Langkah ketiga, selanjutnya tim redaktur, khususnya bidang illustrasi/desain grafis/artistik membuat lay out atau perwajahan dalam bulletin, setelah itu merancang desain cover depan yang disesuaikan dengan tema atau isi yang terkandung dalam laporan utama bulletin yang akan diterbitkan. Langkah keempat, diadakan setting yang disesuaikan dengan lay outnya, dalam artian menerapkan anskah-naskah yang sudah ada ke dalam bentuk lay out sehingga akan terbentuk sebuah bulletin yang belum jadi, bisa dikatakan sebagai naskah aslinya yang kemudian akan diperbanyak setelah gambar dan dipasang fotonya. Langkah kelima, merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh tim redaktur, yaitu memasang foto dan gambar ke dalam bulletin setengah jadi atau naskah aslinya. Langkah keenam, merupakan langkah yang dilakukan oleh percetakan (jika dicetak) kenapa jika dicetak karena di era teknologi yang perkembangan Informasi sudah cukup berkembang majalah juga bisa bersifat cetak atau bisa juga berbasiskan file yang bisa didownload, terlebih lagi juga bisa bersifat website atau blog. Karena untuk Efisiensi bisa juga di-sit/reso/foto copy--, yang sebelumnya dari redaktur sudah menyerahkan naskah asli untuk dipindahkan ke slide, bentuk seperti film/klise. Proses ini biasa disebut sebagai proses pracetak atau belum masuk ke percetakan. Langkah ketujuh, mencetak naskah yang sudah berbentuk slide/klise di percetakan. Setelah selesai, baru dievaluasi secara umum hasil bulletin itu, lalu disebarkan kepada pembaca melalui distributor. Proses yang terakhir ini disebut dengan proses distribusi bulletin. Mekanisme Kerja Dalam sebuah penerbitan, baik itu majalah, koran, bulletin, tabloid maupun news letter, ada beberapa unsur pengelola yang sering kita jumpai akan tetapi dalam praktek di lapangan semua itu bisa bersifat opsional, diantaranya: Nama-nama pengelola tersebut masing-masing mempunyai tugas tersendiri, diantaranya: (e) Dewan Redaksi bertanggungjawab atas naskah-naskah yang masuk, menanganinya serta mengadakan editing terhadap naskah-naskah itu. (f) Reporter bertugas mengadakan wawancara atau investigasi atas tema-tema/materi-materi penerbitan, serta bertanggungjawab atas hasil-hasil reportase. Dari refleksi dan contoh konkret di atas sebenarnya kita bisa banyak belajar bagaimana kita mengolah informasi menjadi sebuah kombinasi yang bagus dengan tujuan memberikan informasi yang akurat dan sesuai realitas dan sudut pandang yang terjadi. Diharapkan semua anggota ataupun penanggung jawab lebih peka terhadap kenyataan yang terjadi di lapangan karena informasi itu sifatnya majemuk dan cepat berkembang, dan selalu yakin bahwa setiap individu itu mempunyai kehidupan sosial dan selalu berkolaborasi sehingga berita atau informasi itu merupakan kebutuhan dari setiap individu. Janganlah selalu berpikir sulit tentang pengolahan sebuah berita, karena berita atau informasi itu sifatnya fleksibel dan dapat kita temui dimanapun. Seperti halnya ketika kita melihat sebuah perubahan yang baru dalam lingkungan kita maka itu bisa dijadikan bahan atau kajian untuk membuat sebuah informasi atau berita. sabhatansa.biz
|

Buletin sekolah apakah kalian tahu apa artinya itu ? Kata ini sering sekali kita dengar, tapi tak jarang kita juga tidak mengetahui apa artinya. Buletin adalah sebuah media, media penyalur informasi, media yang berisi informasi-informasi tentang aktifitas dan berbagai berita aktual lainnya.









