Monday, 21 May 2012
REFLEKSI KRITIS PENERAPAN DAN LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN BULETIN SEKOLAH DEMI BANGKITNYA EKSKUL JURNALISTIK & BROADCASTING SMAN 7 MALANG YANG SEDANG MATI SURI.
Written by biz-a dk   

Buletin sekolah apakah kalian tahu apa artinya itu ? Kata ini sering sekali kita dengar, tapi tak jarang kita juga tidak mengetahui apa artinya. Buletin adalah sebuah media, media penyalur informasi, media yang berisi informasi-informasi tentang aktifitas dan berbagai berita aktual lainnya.

Di beberapa sekolah tingkat menengah dan atas saat ini telah banyak yang memiliki buletin ataupun majalah, Bulletin-bulletin yang mereka terbitkan tentunya mempunyai karakteristik dan ciri-ciri yang berbeda satu dengan lainnya. Hal ini karena setiap sekolah mempunyai tujuan yang berbeda tergantung jurusan yang dimilikinya.

Kecenderungan ini tentunya didasarkan atas usaha pengembangan sumber daya siswa. Karena dengan  adanya bulletin, siswa akan dapat menuangkan kreatifitas dan bakat jurnalistiknya bahkan juga segala uneg-uneg mereka, baik mengenai saran maupun kritik terhadap sekolahnya.

Pada umumnya, buletin sekolah adalah sebagai wadah pengembang kreatifitas jurnalistik buat siswa-siswi, sehingga karya-karya maupun pemikiran-pemikirannya dapat ditampung dalam sebuah media dengan ciri khasnya tersendiri.

Disamping itu para siswa juga akan dapat berkomunikasi dan bersilaturrahmi dengan teman-teman sekaligus dengan pengelolanya.  Nah, untuk bulletin sekolah, biasanya dikelola oleh sebuah lembaga semi otonom OSIS yang bergerak di bidang jurnalistik, yang tentunya mempunyai tujuan-tujuan tersendiri, diantaranya:

(1) Mendorong  dan memacu berkembangnya kreatifitas di bidang tulis-menulis/jurnalistik.
(2) Ikut melanjutkan tercapainya tujuan instruksional OSIS
(3) Menyediakan jalur informasi timbal balik yang aktual
(4) Menyelenggarakan Pendidikan Dasar Jurnalistik yang ditujuakan untuk tim redaksi dan para peminat, sebagai bekal bertambahnya wawasan di bidang ijurnalistik
(5) Melatih para redaktur untuk menangani sebuah lembaga di bidang jurnalistik.
Kelima tujuan di atas merupakan semangat para pengelola untuk melaksanakan tanggungjawab,sehingga seluruh redaktur mampu memberikan yang terbaik untuk madrasah, OSIS dan para siswa-siswi.


Proses Penerbitan Bulletin
Dalam konteksnya setiap orang dapat menerima buletin itu dalam bentuk jadi atau tinggal membaca saja, tetapi sebenarnya tidak banyak yang mengetahui bagaimana proses pembuatannya dalam dunia penerbitan. Contoh kongkrit kebanyakan siswa masih banyak yang menanyakan bagaimana cara membuat bulletin itu. Ini mungkin tidak jadi masalah bagi mereka yang pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dasar, karena dalam pelatihan tersebut sedikit banyak telah diulas dasar-dasar jurnalistik, termasuk didalamnya persoalan keredaksionalan dan manajemen penerbitan sebuah media, contoh dalam hal ini adalah buletin.

 

Agar saya tidak hanya bisa mengkritisi atau menulis saja maka saya berikan solusinya, karena saya tidak mau dianggap NATO (Not Action Talk Only). Bagaimana untuk melakukan hal itu dan saya  harap siswa dan siswi ataupun pembaca dapat juga mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dalam penerbitan sebuah buletin, maka dibawah ini akan saya tulis beberapa langkah yang dilakukan oleh tim redaktur/pengelola bulletin dalam mengelola sebuah penerbitan.

Langkah pertama, seluruh dewan redaksi  dikumpulkan untuk mengadakan rapat redaksi, yang didalamnya dibahas tentang rencana kapan bulletin akan diterbitkan, tema apa yang akan diangkat, rubrik apa saja yang akan dimuat, dan tidak ketinggalan juga tentang pembagian kerja; siapa yang jadi penaggungjawab rubrik, reporter dan sebagainya. Setelah semuanya sepakat,  selanjutnya redaktur/pengelola segera membuat pengumuman yang bertujuan  agar siswa-siswi dapat mengirimkan naskah/karya-karyanya untuk dimuat.

Langkah kedua, setelah semua naskah terkumpul, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan (deadline), selanjutnya seluruh redaktur mengedit naskah-naskah yang masuk itu, tentunya disesuaikan dengannya redakturnya masing-masing. Contoh, karangan yang berbentuk fiksi diangani oleh redaktur fiksi (yang mengetahui/pakar dibadang karangan fiksi), begitu seterusnya sesuai dengan rubrik-rubrik yang telah ditentukan. Tetapi sebelum diadakan editing perlu dipilih dulu naskah-naskah yang layak dan sesuai serta memenuhi syarat untuk dimuat.

Langkah ketiga, selanjutnya tim redaktur, khususnya bidang illustrasi/desain grafis/artistik membuat lay out atau perwajahan dalam bulletin, setelah itu merancang desain cover depan yang disesuaikan dengan tema atau isi yang terkandung dalam laporan utama bulletin yang akan diterbitkan.

Langkah keempat, diadakan setting yang disesuaikan dengan lay outnya, dalam artian menerapkan anskah-naskah yang sudah ada ke dalam bentuk lay out sehingga akan terbentuk sebuah bulletin yang belum jadi, bisa dikatakan sebagai naskah aslinya yang kemudian akan diperbanyak  setelah gambar  dan dipasang fotonya.

Langkah kelima, merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh tim redaktur, yaitu memasang foto dan gambar ke dalam bulletin setengah jadi atau naskah aslinya.

Langkah keenam, merupakan langkah yang dilakukan oleh percetakan (jika dicetak) kenapa jika dicetak karena di era teknologi yang perkembangan Informasi sudah cukup berkembang majalah juga bisa bersifat cetak atau bisa juga berbasiskan file yang bisa didownload, terlebih lagi juga bisa bersifat website atau blog. Karena untuk Efisiensi bisa juga di-sit/reso/foto copy--, yang sebelumnya dari redaktur sudah menyerahkan naskah asli untuk dipindahkan ke slide, bentuk seperti film/klise. Proses ini biasa disebut sebagai proses pracetak atau belum masuk ke percetakan.

Langkah ketujuh, mencetak naskah yang sudah berbentuk slide/klise di percetakan. Setelah selesai, baru dievaluasi secara umum hasil bulletin itu, lalu disebarkan kepada pembaca melalui distributor. Proses yang terakhir ini disebut dengan proses distribusi bulletin.

Mekanisme Kerja
Selanjutnya, bagi siswa-siswi yang belum mengerti tentang apa dan siapa saja yang menjadi redaktur/pengelola bulletin, di sini akan kami gambarkan sedikit, termasuk juga job descriptions (pembagian kerja) masing-masing.

Dalam sebuah penerbitan, baik itu majalah, koran, bulletin, tabloid maupun news letter, ada beberapa unsur pengelola yang sering kita jumpai akan tetapi dalam praktek di lapangan semua itu bisa bersifat opsional, diantaranya:  
(1) Pemimpin Umum
(2) Pemimpin Redaksi
(3) Sekretaris Redaksi
(4) Redaktur Pelaksana
(5) Dewan Redaksi
(6) Reporter
(7) Illustrator, Desainer Grafis atau Lay Outer
(8) Photografer
(9) Tata Usaha, dll.

Nama-nama pengelola tersebut masing-masing mempunyai tugas tersendiri, diantaranya:
(a) Pemimpin Umum adalah selaku pembina atas segala kegiatan penerbitan dan pananggungjawab penuh atas jalannya lembaga penerbitan, baik ke dalam maupun ke luar.
(b) Pemimpin Redaksi, bertugas membina dan bertanggungjawab atas segala pekerjaan keredaksionalan, seperti  membina aparat/kru redaksi, merencanakan rapat redaksi dan memimpinnya.
(c) Sekretaris Redaksi bertugas membuat buku induk induk pengurus, bersama pemimpin redaksi memnandaangani surat-surat, membuat arsip dan membuat daftar inventaris kesekretariatan dan notulensi rapat.
(d)Redaktur Pelaksana bertugas membantu tugas pemimpin redaksi, menjalankan tugas yang diperintahkan pemimpin umum/pemimpin redaksi, bertanggungjawab atas jalannya/proses penerbitan, mendampingi pemimpin redaksi dalam segala kegiatan jurnalistik.

(e) Dewan Redaksi bertanggungjawab atas  naskah-naskah yang masuk, menanganinya serta mengadakan editing terhadap naskah-naskah itu. (f) Reporter bertugas mengadakan wawancara atau investigasi atas tema-tema/materi-materi penerbitan, serta bertanggungjawab atas hasil-hasil reportase.
(f) Illustrator, Desainer Grafis, Lay Outer bertanggungjawab terhadap proses penyettingan naskah, membuat cover, membuat desain isi dan membuat illustrasi untuk penerbitan.
(g) Photografer bertanggungjawab atas kelengkapan photo penerbitan, dan melakukan hunting photo jika diperlukan.
(h) Tata Usaha bertanggungjawab atas keuangan penerbitan,mengurus keuangan dalam hal ini bekerjasama dengan bendahara, mengusahakan alat-alat yang diperlukan dalam penerbitan,  menyalurkan bulletin ke seluruh siswa, mendata siswa-siswi dan orang-orang yang dikirimi bulletin, mengusahakan pelanggan tetap, dan sebagainya.

Dari refleksi dan contoh konkret di atas sebenarnya kita bisa banyak belajar bagaimana kita mengolah informasi menjadi sebuah kombinasi yang bagus dengan tujuan memberikan informasi yang akurat dan sesuai realitas dan sudut pandang yang terjadi.

Diharapkan semua anggota ataupun penanggung jawab lebih peka terhadap kenyataan yang terjadi di lapangan karena informasi itu sifatnya majemuk dan cepat berkembang, dan selalu yakin bahwa setiap individu itu mempunyai kehidupan sosial dan selalu berkolaborasi sehingga berita atau informasi itu merupakan kebutuhan dari setiap individu. Janganlah selalu berpikir sulit tentang pengolahan sebuah berita, karena berita atau informasi itu sifatnya fleksibel dan dapat kita temui dimanapun. Seperti halnya ketika kita melihat sebuah perubahan yang baru dalam lingkungan kita maka itu bisa dijadikan bahan atau kajian untuk membuat sebuah informasi atau berita.

REFLEKSI KRITIS PENERAPAN DAN LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN BULETIN SEKOLAH DEMI BANGKITNYA EKSKUL JURNALISTIK & BROADCASTING SMAN 7 MALANG YANG SEDANG MATI SURI.
 
Banner
Gareth Evans kembali dengan THE RAID

article thumbnail Film The Raid adalah hasil karya anak Indonesia. Mulai dari pendataan hingga pendanaan semua berasal dari Indonesia. Hampir semua crew film, kecuali sutradara sama salah satu DOP, adalah anak-anak...
 

The Hunger Games Movie

article thumbnail  Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) mungkin hanya seorang pemabuk tapi orang akan tetap mengingat pria ini sebagai satu-satunya orang dari District 12 yang berhasil keluar sebagai pemenang...
 

John Carter The Movie

article thumbnail Buat para pecinta film, mungkin film 'John Carter' bisa menjadi pilihan. Hadir dalam versi biasa dan tiga dimensi (3D), film dengan pemeran utama pria Taylor Kitsch yang berperan sebagai John...
 

Underworld: Awakening

article thumbnail Dalam Underworld: Awakening, yang mengambil waktu enam bulan setelah peristiwa yang terjadi dalam Underworld: Evolution (2006), manusia telah menyadari keberadaan kaum vampir dan lycan dan...
 

Sebuah tekad, kerja keras, dan persaudaraan dalam...

article thumbnail Salah satu film Indonesia yang menarik bagi saya adalah film Negeri 5 Menara. Film ini baru mulai tayang di bioskop mulai tanggal 1 Maret 2012. Film Negeri 5 Menara menceritakan mimpi seorang anak...
 

'DREAM HOUSE', Petaka di Rumah Impian

article thumbnail Dengan naskah cerita yang ditulis oleh David Loucka, Dream House berkisah mengenai pasangan Will (Daniel Craig) dan Libby Atenton (Rachel Weisz) yang bersama kedua puteri mereka, Trish (Taylor...
 

Sherlock Holmes A Game of Shadow

article thumbnail Detektif Sherlock Holmes dan sahabatnya Dr. Watson kembali tampil di layar lebar lewat 'A Game of Shadows'. Setelah sukses dengan film pertamanya di tahun 2009, Guy Ritchie kembali menyutradarai...
 

Three Musketeers Satu untuk Semua, Semua untuk...

article thumbnail Dan pada film ini, diawali dengan suatu kejadian penghianatan oleh kekasih Athos (Evans) yaitu Milady (Jovovich). Akibat dari penghianatan tersebut, nama The Three Musketeers tercoreng dan akhirnya...
 

Tintin Adventure

article thumbnail Anda masih ingat dengan karakter tintin yang selalu ditemani oleh anjingnya yang bernama snowy. kesuksesan komik asal belgia ini diangkat kelayar lebar oleh steven spielberg dengan judul the...
 

Dont Be Afraid Of The Dark

article thumbnail Semua orang tahu kalau monster dari alam lain sebenarnya tak pernah benar-benar ada. Makhluk-makhluk mengerikan ini hanya ada di dalam pikiran anak-anak. Yang pasti orang dewasa tak akan percaya...
 


Ads on: Sabhatansa.BIZ

Ads on: Sabhatansa.BIZ

SabhatansaBIZ Team

  • Deka Adrianto Utomo Co-Founder/Owner IT Development, Networking & Marketing
  • Prima Bagus Prasetyo Graphic Design, Social Journalistic Networking, Technical Support
  • Diek Mahendrata  Public Relationship, Musicoustic Contributor

Sabhatansa.BIZ Contact Us

Sabhatansa.BIZ
JL Lamandau No. 23 Malang
Indonesia
(+62)341-408826
(+62)881-5531613

info[at]sabhatansa.biz

 

 

Social Networking Links

  • Twitter Facebook Youtube