| Usung Gaya Hidup Sehat Melalui Gowes |
| Written by biz-a dk | |||
|
Nggak hanya itu, siswa di Malang juga generasi muda yang aktif dalam memberikan ide-ide segar dan mewujudkannya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satu kreatifitas yang patut dicontoh adalah ide dari siswa siswi SMAN 7 Malang untuk mendirikan komunitas gowes di sekolahnya. Mereka menamakan diri mereka SBS07 (Sabhatansa Bike to School).
Komunitas ini merupakan perkumpulan yang mewadahi para pecinta sepeda gowes di lingkungan SMAN 7 Malang. “Kami hanya komunitas bukan ekskul kok M-Teens,” terang koordinator SBS07, Ody Disye Al Muyona yang saat itu didampingi oleh ketua OSIS SMAN 7 Malang, Garuda Cakti Vira Tama.
Komunitas ini pada awalnya berdiri karena adanya kenginan dari Ody beserta beberapa temannya yaitu Hermawan Galih, Aldio, Edwin Gama Pradana dan Gian Abigail Inas yang memang menyukai gowes serta mereka pengin ada komunitas khusus yang mewadahi para penggowes di lingkungan SMAN 7 Malang.
“Di sekolah ini banyak sekali anak-anak yang membawa sepedanya, namun masih belum ada komunitas yang mewadahi itu. Akhirnya saya dan teman-teman pengin mendirikan komunitas khusus sepeda pancal,” ulas Odys sembari tersenyum. Awalnya memang mereka hanya sebuah komunitas non formal dengan jumlah anggota hanya enam orang, namun karena jumahnya semakin hari semakin banyak, maka guru-guru yang mendukung kegiatan mereka menyarankan mereka untuk membentuk struktur kepengurusan yang jelas serta menunjuk ketua komunitas. “Kalau dulu masuk nggak pakai formulir, makanya kami nggak tahu persis berapa jummlah anggota, namun sekarang setiap calon anggota yang masuk harus mengisi formulir,” cuapnya. Meskipun menolak disebut ekskul, bukan berarti mereka nggak punya visi dan misi lho Sobat. Bahkan komunitas yang baru berdiri sekitar dua minggu yang lalu ini sangat mendukung program sekolah.
![]() Saat ini sekolah mereka sedang merancang program untuk menuju sekolah dengan wawasan Adiwiyata yang merupakan sekolah berbasis lingkungan. Cocok sekali dengan SBS07 yang menggunakan sepeda kayuh yang notabene ramah lingkungan. “Emang sekolah kami bukan SBI, tapi sekolah kami SBS yaitu sekolah Berstandart Sehat,” tutup Ody disambut koor tawa teman-temannya.
Sebagai komunitas yang notabene berisi para penggowes, sudah barang tentu jika kegiatan utama mereka adalah gowes bareng. Kemunculan perdana mereka ditandai dengan munculnya keenam penggowes yang berkumpul bersama saat pagi di depan gerbang sekolah. Kegiatan mereka ini akhirnya menarik perhatian teman-temannya yang lain. “Sekarang kami menetapkan setiap hari Kamis dan Jumat kami ada acara gowes bareng,” jelas Ody. Namun jangan dibayangkan gowes bareng adalah bersepeda beriringan hingga beberapa kilometer. Acara gowes bareng tersebut hanyalah bersepeda bersama dari gerbang sekolah ke arah parkiran sepeda. “Kalau bersama-sama, kita nggak bisa. Karena kan rumah kami beda-beda. Ada yang searah dan ada yang berlawanan arah.bisanya barengan ya di sekolah,” sambungnya.
Waktu yang dipilih adalah Jumat karena hari tersebut bertepatan dengan hari Gowes Internasional. Ody membocorkan agenda terdekat mereka saat ini adalah launching SBS07. Hermawan Galih, salah satu anggota komunitas ini mengatakan, mereka akan melaunching club bersamaan dengan ulang tahun sekolah. Cowok yang akrab disapa Sipit tersebut mengungkapkan, crew SBS07 akan memberikan surprise kepada anggota dan calon anggota. Mereka mengaku telah menyiapkan skenario dimana dua anggota SBSO7 akan bersembunyi dan mengintai di JL. Papa Kuning, ketika semua anggota sudah sampai di depan gerbang, kedua anak itu akan melepaskan sepasang balon udara untuk menyambut kedatangan mereka. “Kami memang sudah menyiapkan balon udara untuk mereka, semoga teman-teman suka dan terhibur,” celoteh Sipit. sabhatansa.biz
|

KOTA Malang memang patut dinobatkan sebagai kota pendidikan. Karena nggak hanya sarat dengan bangunan dan lembaga pendidikan yang bermutu, namun juga sarat dengan prestasi dan kreativitas dari setiap siswa. 










