Monday, 21 May 2012
Refleksi Sekolah Kok Mahal !!!!
Written by biz-a dk   

Sebenarnya saya tidak tepat kalau menyebut Excelso sebagai ‘warung kopi’. Betapa tidak, meski menjual kopi dan penganan kecil, tapi satu cangkir kopi di tempat nongkrong mewah itu, bisa dipakai nraktir lima orang di warung kopi pinggir jalan.  Tapi sebagian orang lebih suka mengatakan pergi ke warung kopi, untuk menyebut nongkrong di Excelso. Entah itu yang ada di MOG maupun Araya.

Refleksi pendidikan mungkin bisa dianalogikan dengan dinamika di atas , Hal itu juga pernah saya alami ketika ada tetangga saya  yang bercerita tentang anaknya yang ngotot didaftarkan oleh orang tuanya ke salah satu sekolah SMA Negeri  Favorit RSBI (katanya orang sich) di kota malang,  Padahal Sejak awal mereka sudah tahu kalau sekolah disana, harga yang harus mereka bayar, pasti di atas Sekolah Swasta. Pun dengan orang tua murid lain, juga pasti paham itu. Toh sejak pendaftaran, sudah disebutkan berapa uang yang harus kami bayar.

Sama seperti wali murid yang lain bahwa yang mendaftarkan anaknya di sekolah  itu juga mengeluh tentang mahalnya biaya pendidikan. Tapi keluhan yang muncul itu, terbesit nada bangga.

‘’Lha kalau sudah tahu sekolah disana mahal, kenapa ngotot memasukkan ke sana? Toh, masih ada sekolah yang lebih murah,’’ pikir saya.

Kemudian beberapa hari kemarin, tetangga saya juga menemukan hal yang aneh. Ada seorang ibu-ibu yang ngotot meminta keringanan uang sekolah dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari desa. Sang ibu itu bersikeras meyakinkan ke loket pendaftaran, kalau dia dari orang tidak mampu.

Bagaimana mungkin Pak Guru yang kebagian menerima pendaftaran itu percaya kalau dia tidak mampu, wong sang ibu itu datang dengan naik sepeda motor baru, plus dua ponsel di tangan? Dalam kasus ini, benarkah dia tidak mampu membayar uang sekolah, atau hanya pura-pura tidak mampu?

Lantas ada cerita lain, ketika seorang teman meskipun mampu membayar, tapi saat daftar ulang untuk sekolah anaknya, meminta waktu membayar dengan diangsur tiga bulan. Tapi keesokkan harinya, dia kembali datang ke sekolah itu dan membayar lunas uang sekolah anaknya. Saat ditanya bagian daftar ulang, dia menjawab santai.

’’Waktu itu saya bawa uang, tapi ada dua orang ibu di samping saya yang sampai menangis untuk meminta keringanan atau bisa diangsur. Kalau saat itu saya mengeluarkan uang dan membayar, bisa-bisa dua orang itu ditolak,’’ kata dia. ’’Kan bisa saja bapak bilang, lihat orang itu saja membayar lunas. Masak ibu mau mengangsur,’’ lanjutnya kepada Pak Guru di bagian pendaftaran itu.

Mungkin karena fakta-fakta itulah, justru menyebabkan orang yang benar-benar tidak mampu, menjadi kesulitan untuk mendapatkan keringanan. Karena kita sudah terlanjur sering menipu kenyataan.  Padahal ada banyak orang yang benar-benar tidak mampu dan butuh uluran tangan. Ada banyak putra dan putri orang papa, yang punya otak moncer, tapi tak didukung materi cukup, berharap keringanan untuk membayar uang sekolah.

Namun lantaran digebyah uyah, akhirnya bisa jadi permohonan keringanan itu, dianggap sekadar ingin membayar murah uang sekolah anaknya. Jika sudah begini, siapa yang salah?  Alangkah baiknya, kalau para orang tua harus mulai jujur pada dirinya sendiri. Karena siapa tahu, ketika kita memulai sesuatu dengan tidak jujur, justru hasilnya tidak bagus.

Karena dengan kita memasukkan putra-putri kita ke sekolah, berarti kita menunjukkan jalan kepada anak-anak kita, menuju masa depan mereka. Lantas bagaimana mungkin sang penunjuk jalan, bisa memberikan arah yang benar, kalau dia saja tidak jujur terhadap jalan itu sendiri.

Refleksi Sekolah Kok Mahal !!!!
 
Banner
Gareth Evans kembali dengan THE RAID

article thumbnail Film The Raid adalah hasil karya anak Indonesia. Mulai dari pendataan hingga pendanaan semua berasal dari Indonesia. Hampir semua crew film, kecuali sutradara sama salah satu DOP, adalah anak-anak...
 

The Hunger Games Movie

article thumbnail  Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) mungkin hanya seorang pemabuk tapi orang akan tetap mengingat pria ini sebagai satu-satunya orang dari District 12 yang berhasil keluar sebagai pemenang...
 

John Carter The Movie

article thumbnail Buat para pecinta film, mungkin film 'John Carter' bisa menjadi pilihan. Hadir dalam versi biasa dan tiga dimensi (3D), film dengan pemeran utama pria Taylor Kitsch yang berperan sebagai John...
 

Underworld: Awakening

article thumbnail Dalam Underworld: Awakening, yang mengambil waktu enam bulan setelah peristiwa yang terjadi dalam Underworld: Evolution (2006), manusia telah menyadari keberadaan kaum vampir dan lycan dan...
 

Sebuah tekad, kerja keras, dan persaudaraan dalam...

article thumbnail Salah satu film Indonesia yang menarik bagi saya adalah film Negeri 5 Menara. Film ini baru mulai tayang di bioskop mulai tanggal 1 Maret 2012. Film Negeri 5 Menara menceritakan mimpi seorang anak...
 

'DREAM HOUSE', Petaka di Rumah Impian

article thumbnail Dengan naskah cerita yang ditulis oleh David Loucka, Dream House berkisah mengenai pasangan Will (Daniel Craig) dan Libby Atenton (Rachel Weisz) yang bersama kedua puteri mereka, Trish (Taylor...
 

Sherlock Holmes A Game of Shadow

article thumbnail Detektif Sherlock Holmes dan sahabatnya Dr. Watson kembali tampil di layar lebar lewat 'A Game of Shadows'. Setelah sukses dengan film pertamanya di tahun 2009, Guy Ritchie kembali menyutradarai...
 

Three Musketeers Satu untuk Semua, Semua untuk...

article thumbnail Dan pada film ini, diawali dengan suatu kejadian penghianatan oleh kekasih Athos (Evans) yaitu Milady (Jovovich). Akibat dari penghianatan tersebut, nama The Three Musketeers tercoreng dan akhirnya...
 

Tintin Adventure

article thumbnail Anda masih ingat dengan karakter tintin yang selalu ditemani oleh anjingnya yang bernama snowy. kesuksesan komik asal belgia ini diangkat kelayar lebar oleh steven spielberg dengan judul the...
 

Dont Be Afraid Of The Dark

article thumbnail Semua orang tahu kalau monster dari alam lain sebenarnya tak pernah benar-benar ada. Makhluk-makhluk mengerikan ini hanya ada di dalam pikiran anak-anak. Yang pasti orang dewasa tak akan percaya...
 


Ads on: Sabhatansa.BIZ

Ads on: Sabhatansa.BIZ

SabhatansaBIZ Team

  • Deka Adrianto Utomo Co-Founder/Owner IT Development, Networking & Marketing
  • Prima Bagus Prasetyo Graphic Design, Social Journalistic Networking, Technical Support
  • Diek Mahendrata  Public Relationship, Musicoustic Contributor

Sabhatansa.BIZ Contact Us

Sabhatansa.BIZ
JL Lamandau No. 23 Malang
Indonesia
(+62)341-408826
(+62)881-5531613

info[at]sabhatansa.biz

 

 

Social Networking Links

  • Twitter Facebook Youtube